Musim “layangan” telah tiba

Musim layangan telah tiba, langit sore kita tiba-tiba dipenuhi oleh warna-warni layangan yang melenggang-lenggok menggoda, merayu. Mereka saling sikut merebut angin untuk menjadi yang tertinggi, banyak yang akhirnya putus ditelan awan atau tersangkut di pohon atau di genteng rumah. Anak-anak bersorak berpacu mengejar, riuh rendah. Sebagian kecil layangan tersebut ada yang membuat komposisi indah dengan lembayung senja tapi banyak yang sebenarnya tidak lebih dari seekor burung Nazar yang berputar-putar menunggu nafas terakhir mangsa incarannya sambil menelan ludah.

Baca lebih lanjut

Iklan