Persiapan kampanye

Kampanye untuk pemilu 2009 sudah dimulai, berbagai cara dilakukan oleh kalangan parpol  untuk “menjual”. Banyak juga yang berusaha merubah atau membentuk citra melalui berbagai media dan berharap publik berpaling ke dirinya dalam waktu singkat.

O ya, sebelum ini saya sempat posting hal terkait dengan postingan kali ini, coba diintip 🙂

Iklan

11 Komentar

  1. bersih-bersih nih ceritanya buat kampanye. orang sama, ganti baju, ganti pesan dan iklan atau juga ganti parpol 😉

  2. Semoga rakyat negeri makin bijak dan pintar sehingga dapat memilih calon yang baik dan benar mengabdi kepada bangsa ini, semoga rakyat negeri tidak tertipu pada janji-janji yang tidak mungkin dipenuhi.

  3. Saya baca di Kompas hari ini, yang datang ke kampanye bukan untuk mendengarkan pidato kampanye para calon (untuk pilkada Jatim, tapi hanya ingin mendengar nyanyian, melihat Dewi Yull, ikut berjoget dalam lagu-lagu dangdut.

    Hehehe…saya sih baca melalui koran aja…lihat TV juga udah males, lha lucu kok iklan kampanye calon Gubernur NTB…lha kan ga ikut milih…akhirnya nonton TV kabel aja.

  4. jadi ingat lagu dan ungkapan jadul “memang lidah tak bertulang” sehingga sangat mudah diplintir …

  5. Kaya di kebon binatang gembiraloka jogja…
    taman bermainnya lewat terowongan mulut dinosaurus..

    kalo dinosaurusnya diganti anggota dpr jadi kayak yg di gambar

  6. hohoho. biar makin lunak aja itu lidah ya, diinjak-injak segala. hwehehe…

    (^_^)v

  7. duh paling males deh kalo udah masuk masa kampanye.. macet dimana-mana, partisipannya sok oke banget kalo dijalanan seenak-enaknya mukulin mobil orang yang ngehalangin jalannya, kayaknya kesempatan banget melanggar peraturan kalo pas kampanye… menyebalkan!

  8. hahahahahhah gambarnya bo’

  9. He…he…he… begitulah kira-kira kesibukan tim sukses “menggosok” jagonya 😀
    Satu hal yang perlu kita tekankan kepada tim sukses untuk lebih banyak membersihkan dan merawat bagian telinganya agar mereka bisa lebih banyak mendengar 🙂 Kalau bagian lidah terus yang diurus… yah… cape de…..

  10. Menjadi ironis, karena ini justru terjadi setiap lima tahun sekali, di saat bangsa Indonesia benar-benar membutuhkan lahirnya para pemimpin yang jujur. Pengalaman mengajarkan kita, betapa banyak kata-kata yang berhamburan, dan betapa tindakan tersebut tak lebih dari sekadar penjajahan kata-kata, sehingga menanggalkan makna yang sesungguhnya. Pembodohan yang disengaja, dan berdusta secara maksimal. Tindakan ini dilakukan secara turun-temurun dan secara turun temurun pula kita merencanakannya dalam kalender kenegaraan bangsa.

  11. […] -Kata-katamu membunuh […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s