Cicak vs buaya

Cicak vs buaya

Sebelumnya….

Cicak vs buaya 2

Iklan

25 Komentar

  1. huehuehue…
    btw, analogi orang anti korupsi tuh cicak yak?
    mmm, keknya kurang berdaya bgt
    soalnya kalo cicak gimanapun banyaknya ga bakal bisa ngalahin buaya koruptor 😆
    *just talk*

    • Kalau di dunia nyata cicak tidak berdaya tapi minimal di coretan pinggir kita buat cicak ini berdaya. Siapa tau “cicak” di dunia nyata bisa mengalahkan para koruptor… 🙂

  2. hoho. saake buayanya…

    v(^_^)

  3. Waaaakaaakaakakak.. lucuuuuuuuuuu
    Salam Sayang

  4. visit my blog
    http://jerzz.wordpress.com/

  5. buayanya tu babak belur bukan karena dihajar ma cicak,tapi karena jatuh sendiri dari langit2,terus dia nyalahin cicaknya biar gak keliatan malu-maluin

  6. CLEKITAN YANG BAGUS. SAYANG BUAYA TAK BERHATI DAN TAK BERNURANI

  7. KPK VS POLRI
    Pemenangnya adaaaalaaaaahhhh…………. KO……RUP….TOR…

  8. Hehehe lucu jga!
    Sebenernya yg bego itu buaya, mang bs buaya jalan di dinding.
    Bilangn ma buayanya tuh, kursus dulu ma cicak biar bsa jalan di tembok.
    Kan kalo da bs otomatis buayanya bisa ngejar cicak.
    Kwkwkwkwkw…

  9. yang jelas bibit dan chandra itu lebih pantas disebut ular

  10. kpk itu benar tp chandra dan bibit itu penjahat

  11. buaya itu kuat ,emang cicak bisa makan buaya kalian bego semua

  12. tadinya sy percaya kpk tp lama lama sy muak apa lagi komentar pak lumbuan

  13. pak lumbuan anggota komisi 3 dr pdi perjuangan cuma seperti benalu

  14. kpk penipu masyarakat

  15. kpk oke…,tp?

  16. kpk maling kehidupan kemerdekaan

  17. emang bangsat tu kpk kok bisa nipu rakyat tp emang yg dukung itu orang bego

  18. emang bangsat tu kpk kok bisa nipu rakyat

  19. Kini SBY merayu cicak-cica jugak: guru. Wahai guru sekalian alam Indonesia yang perintah pemerintahan oknum, ambil saja uangnya, lengserkan presidennya. Dengan bangga dan tegas menisyarati mengatasnamakan dirinya, SBY mengeluarkan Perpres kenaikan gaji guru. Silahkan ambil uang rapel itu, dia mengatakan. 2 juta lebih guru bersorak girang kecuali kau pembaca dan aku. Guru-guru yang mayoriias tak pandai dan ngobyek sana sini itu akan mendapat rapelan kenaikan gaji tiap guru Rp 250 tiap bulan mulai Januari 2009 sampai 2009 sebab mulai dibayarkan Januari 2010. Tiap guru berarti menerima Rp2,5 juta lebih. Permainan apalagi nih SBY? Apa tidak dengan menaikkan gaji, barang-barang kebutuhan sehari-hari sudah pada naik dan akan naik lagi? Itu rupanya rayuan dia supaya kelihatan baik hati pada guru. Tapi meskipun atas nama presiden, sebenarnya itu kan duit kita semua uang rakyat. Bagaimana dengan mereka rakyat miskin di desa, rakyat miskin kota, puluhan ribuan penganggur? Inikah cara SBY membelokkan berbagai masalah dengan menghamburkan uang bagian rakyat yang lain? Coba dan mencoba lagi merayu dia. Dan kali ini sasarannya guru. Padahal citra dia bersama kabinetnya sudah ludes. Kau aku mahasiswa dan seluruh rakyat ini tentu sudah tidakmau dirayu macam itu lagi kecuali Budiono mundur dan Mulyani dipecat kan?

  20. Numpang lewat teman cantik? Sebarkan dan hayati, jangan malas membaca. Ini tugas dan kewajiban kita sebagai ummat berragama atau yang tidak beragama untuk menyelamtkan Indonesia. Jangan gubris pernyaaan SBY. Lagi lagi SBY membantah kebenaran publik bahwa dia memang tidak beramal hal-hal signifikan bagi rakyat dan negeri ini, berkilah ada yang hendak coba melakukan pembunuhan karakter dia dan PD.

    Itu hanya gertak SBY karena kejabisan cara membendung demo-demo besar massif di hari-hari mendatang yang harus berujung pada pelengseran dia. Lima tahun lebih dari cukup buat seorang pemimpin yang tidak jelas dan hanya jual kata-kata. Kalau pemimpin begitu dibiarkan 5 tahun lagi sampai 2014, rakyat yang akan semakin susah.

    Pelengseran tanpa gagal dan dengan apapun caranya adalah wjib bagi kita selruh ummat Islam dan ummat beragama dan lintas agama disini. Sebab SBY adalah tukang bohong, tidak punya wawasan kenegaraan, dan arahnya dia tidak ada sikap yang jelas membela rakyat apalagi mensejahterakan. Rakyat di bawah SBY terbukti semakin melarat dan ni tak ada hubungannya dengan global crisis sama sekali. Tanah dan alam Indonesia yang kaya ludes tanpa rakyat menikmati.

    Lihat, Papua dan propinsi-propinsi lain pantas kembali bergejolak, dan merdekalah masing-masing alau perlu. Mmereka tidak mendapat kehidupan yang layak meskipun pemerintah oknum terus mengelabuhi rakyat merayakan kemerdekaan dan mewajibkan itu dirayakan dengan bendera-bendera di depan rumah masing-masing, penipuan gaya Orba, sejak 1945, kemerdekaan dan kemakmuran yang hanya dinikmati sedikit orang disini.

    Sementara rakyat di sebuah wilayah di Jawa Timur dilupur Lapindo pun dibiarkan SBY. Dan rakyat yang lain, masih di Jawa Timur juga, antara lain, yang lokasinya ada sumber migas Exxon, mereka tidak mendapatkan apa-apa, padahal migas yang terkandung di dalamnya ratusan juta barel dan itu jelas mendatangkan triliunan dolar bagi Negara yang harunya untuk pembangunan ramah rakyat dan untuk rakyat tetapi semuanya ditilep mafia/pemerintah Indonesia. Exxon sudah mengaloaksikan kompensasi itu tetapi ditilep oknum-oknum di pemerintah pusat dan pempo. Seorang ibu disana walau sudah memprotes serak dan berlinang airmata hanya dapat gigit jari. Apa yang akan terjadi kalau rakyat yang hanya menuntut hak saja tidak diperjuangkan oleh SBY? Untuk apa kita mahasiswa seluruh negeri ini dan rakyat bangsa ini membela dan mempertahankan SBY sampai 1914? Goblokkah kita?

    Hari ini terkabar seorang anak dan ayah sudah bunuh diri akibat berkesulitan ekonomi. Sudah banyak rakyat negeri ini terpaksa mati karena kezaliman SBY dan pemerintah-pemerintah sebelumnya. Hari lalu kapal tenggelam, tentu rakyat yang mati bukan SBy dan keluarganya, akibat tidak ada disiplin angkutan, karena pemerintahan tidak tegas SBY. Ini hanya segelintir contoh penderitaan rakyat bangsa, karena ketidak jelasan, tidak adanya wawasan dan pelaksanaan kebijakan yang harusnya pro rakyat. Tetapi SBY selalu membuat pernyataan-pernyataan bantahan, sensitive, dan reaktif yang tidak substantive dan tidak signifikan, untuk melupakan tugas-tugas pembangunan yang ramah public. Padahal semua harusnya mudah untuk dia karena presiden mandat oleh rakyatnya untuk berbakti kepada rakyatnya. Jadi tidak ada alasan kita semua tidak melengserkan SBY apapun cara kita, sebelum justru negara ini akan bubar, karena ketidak jelasan sikap dan pelaksanaan pembangunan yang harusnya digerakkan oleh presiden.

    Maka siapapun kita sebagai mahasiswa, cendekiawan, preman, ulama, dan bahkan anggota kabinet SBY, dan khususnya seluruh anggota DPR, dan kami himbau juga intelijen, kepolisian dan tentara, harus pro mahasiswa dan rakyat, untuk satu jiwa dan kata bahwa memang SBy sudah tidak berguna dan harus dilengserkan bersama-sama. Kalau tidak, kami sangat hakul yakin Indonesia akan runtuh. Beberapa orang sudah mengatakan bahwa SBY adalah Gorbachevnya Uni Soviet dulu yang meruntuhkan sebuah adikuasa itu berkeping-keping. Tetapi Rusia kini bangkit dan kembali kuat setelah diambilalih Vladimir Putin, bekas kepala intelijen cerdas dan berani bagi rakyat Rusia dan republik-republik satelitnya. Tetapi Indonesia baru masuk ke tahap kehancuran, dan ini semakin nyata setelah dipegang SBY yang pandai berpura. Sebuah rumah mewah di Los Angeles sudah tersedia untuk SBY kalau SBY berhasil membubarkan Indonesia. Duduga Indonesia akan runtuh justru kalau People Power tidak berhasil melengserkan SBY. Melengserkan SBY biayanya lebih murah daripada Indonesia bubar. Pernyataan pembunuhan karakter oleh SBY hanya cara-cara dia mencari dukungan kepada rakyat yang bodoh. Rakyat pintar tak mungkin bela SBY lagi.

    Jangan sepelekan rakyat yang sebentar lagi akan mengamuk massif dimana-mana dan kali ini tanpa digerakkan dan tanpa koordinasi, tidak seperti kerusuhan sebelum pelngsean Suarto dulu. Melengserkan SBY biayanya lebih kecil lebih hemat sebab people power cukup focus pada pelengseran SBY. Tetapi kalau DPR yang main-main maka kita mahasiswa akan pilih lengserkan dulu DPR baru setalah itu SBY.

    Kita dan rakyat pasti tidak lagi menganggap pernyataan-pernyataan SBY termasuk pernyataan terbarunya “pembunuhan karakter terhada dirinya dan partainya” jelas bernilai sampah untuk mengulur waktu. Ini cara dan lagu lama yang selalu disenandungkan SBY, yang tentu tidak efektif dan bahkan akan ajdi boomerang, sebab rakyat dan mahasiswa sudah sangat cerdas, hanya tinggal dosen-dosennya yang masih munafik seperti Effendi Gazali, khususnya, yang mungkin saja diperalat SBY; dia selalu membawa hanya ke demo-demo “damai” demoa bohongan. Kalau rakyat sudah sangat dizalimi dengan sikap tidak jelas SBY, tidak perlu lagi tempuh jalan normal damai. Ayooo… kita buang pemimpin yang tidak pro rakyat. Terlalu banyak yang tidak dilakukan SBY untuk rakyat dan bangsa ini kecuali pembohongan-pembohongan, sejak cara BLT dan banyak lagi, tidak jelas, hanya untuk beli suara.

    Lihat, di hal yang lain, kebijakan pendidikan, ujian nasional pun terbukti mengorbankan ribuan adk-adik kita, mereka tak mampu lulus, ini adalah kesalahan besar kbijakan pndidikan menteri Bambang Sudibyo di bawah pemerintahan SBY 2004-2009 dan mereka harus bertangung jawab dan masuk penjara. Tetapi SBY membiarkan dia selamat dan kini menikmati masa tua kaya hasil pensiun sebagai mantan Mendiknas. Tentu UAN bleh saja asal persyaratan pokok terlampaui yaitu antara lain semua buku pelajaran gratis dibagi dan seragam bagi seluruh adik-adik siswa kita. Sebetulnya di balik ujian nasional adalah proyek korupsi terselubung sangat besar. Contoh lainnya, di departemen agama, ongkos haji Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan kita rakyat di Amerika yang hanya US$80 ribu, ini pun membuktikan adanya korupsi terselubung di perhajian di depag Indonesia. Inikah SBY katanya memberantas korusi? Apanya yang diberantas? Korupsi-korupsi saat ini terang-terangan atau terselubung, atas nama berbagai proyek kebijakan oleh menteri-menteri dan bawahannya, jauh lebih dahsyat. Ada atas nama IT, ada atas nama pembangunan jalan Indonesia timur dan macam-maam yang lain lagi, dan SBY pura-pura tidak tahu. Untuk apa kita punya presiden macam ini? Ayooo kita lengserkan segera. Selesaikan SBY!! Tempuh berbagai cara sesuai kemampuan. Maju terus samai dia malu dan lengser keprabon. Jangan biarkan dia melenggang samai 2014. Kalau tidak dengan situasi ekonomi kian tak jelas ini, maka matilah saudara-saudara kita rakyat miskin kota, rakyat miskin desa, prajurit-prajurit rendah, dan yang lain negeri ini! Malunya kita, pembual itu justru kini menjadi presiden RI?!!! Ayo kita berjuang sesuai kapasitas kita masing-masing dan jangan bodoh dibohongi lagi-lagi oleh pemimpin yang juga tipe Orba. Kita cari pengganti baik dari kelompok Orba maupun yang bukan tetapi yang benar-benar pro rakyat dan tidak suka pura-pura. Selesaikan SBY. Makin cepat makin baik.

  21. Aku setuju kali. Dia tak baik kita biarkan hingga 2014? Tuhan mengutuk SBY, banjir besar di desa-des kami di Sumut dan di tempat lainnya akibat SBY yang tidak disukai Tuhan. Dia berbohong. Saya ngliat ini dari tatapan mata dan gerakan tangannya. Ddalam Alkitab kita dan juga di Al qur’an, sudah nyata negeri akan rusak kalau dipimpin orang yang bukan ahli. Hentikan SBY cepat. Terkutuk dia SBY. Dia munafik dan tukang bohong besar. Antara mulut dan hatinya bagai langit dan bumi, terpisah jauh. Hentikan dia sebelum kita semua bergerak membakar-bakar.

  22. Gerakan 9 Desember harusnya beragendakan pelengseran SBY. Poster-poster berbahasa Indonesia dan Inggris harus dibuat masif dan komunikatif: LENGSERKAN SBY! SBY STEP DOWN! dan sebagainya. Kalau sekadar demo damai basa-basi anti korupsi justru akan menguntungkan SBY yang tidak akan membawa negeri ini baik.

    Sudah enak dia 5 tahun, jangan ditambah berkuasa 5 tahun lagi sampai 2014. Kita semua sudah mengenali watak tidak jelas itu ada pada SBY. Watak tidak mungkin berubah. Kalau selalu ragu dan tidak jelas, Indonesia tidak akan mampu bangkit. Menjatuhkan SBY untuk situasi saat ini justru sejalan, seirama dan sesuasi UUD 1945. Lihat, tidak ada satu saja kebijakan SBY yang sesuai dengan UUD 1945. SBY kapitalis tidak, sosialis tidak, agama tidak. Kebijakan ekonomi dan politik SBY justru bersifat makelar dan koruptif masif.

    SBY tidak akan membawa perubahan signifikan dan sengaja membiarkan semuanya liar. SBY membiarkan semakin banyak ketidakadilan hukum dan ekonomi. Karakter tidak mungkin berubah. SBY berkarakter ragu, penakut, pengecut, namun selalu saja mencoba menyusun kata-kata berbunga-bunga, di saat menghadapi berbagai dilema yang harusnya dia pecahkan dengan memuaskan rakyat.

    SBY terinfeksi berbagai sindrom dan penyakit. Sindrom penakut, penyakit menular miskin wawasan kenegaraan dan miskin pengawasan dan pelaksanaan dalam kebijakan pemerintahan. Yang dia kenal, tahu sama tahu. Pejabat atau menteri melaksanakan program sekadar menuruti tren omongan orang tanpa wawasan pembangunan kenegaraan yang benar dan tanpa target manfaat rakyat. Seluruh dana aman dikorupsi bersama, inilah tahu sama tahu.

    Pemimpin negara yang terinfeksi sindrom dan penyakit menular tersebut tidak mungkin membangun negara. Ini sebab SBY nyaman dan menantang terus dengan semakin banyak menyusun kata-kata pidato bohong, menonjolkan pribadi seolah-olah negara miliknya.

    Di facebook dan yang lain, ini tentu saja normal, SBY dibilang l-e-m-o-t, lemah otak. Tetapi SBY tidak menyadari dan malah pura-pura tidak tahu dan tetap merangkai kata-kata pidato mencoba merayu rakyat, dan bersikap defensif.

    5 tahun itu berlalu rakyat tidak mendapat manfaat dari SBYdan 5 tahun lagi mungkin akan berlalu sama. Lambat dan tidak ada tindakan substantif kecuali pembohongan-pembohongan, pembodohan-pembodohan, cara-cara lama yang terus dipakai SBY. Dia tidak menyadari zaman sudah berubah, dan rakyat sangat cerdas. Pasti SBY akan diturunkan di tengah jalan dan tidak lama lagi kalau terus begini.

    Mencermati wataknya selama ini jelas SBY tidak akan berbuat banyak untuk rakyat. SBY bukan tipe pemimpin dan apalagi bapak pembangunan seperti Suharto.
    Kepandaian menutupi borok-boroknya adalah khususnya karena abang kita yang pandai bicara dan menutupi kelemahannya, abang Andi Malarangeng, yang maaf ketularan oportunis dan licik. SBY dan abang Andi hanya jenis manusia saleman kata-kata.

    Tentu saja kalau ada di audit komprehensif maka semua proyek periode 2004-2009 bocor banyak, dikorupsi tidak nampak, atas nama proyek-proyek yang tidak ada manfaat untuk rakyat kecuali disunat sana sini. Maka SBY terpilih lagi. Korupsi menjadi-jadi karena banyak orang ambil manfaat dari pembiarannya. Korupsi merajalela justru karena SBY tidak ditakuti.

    SBY mengartikan reformasi sekadar slogan untuk dimanfaatkan di pidato, bukan memahami makna sejatinya dan luasnya, dan tidak dilaksanakan maksimal. Ini juga kesalahan sistem, negara ini tidak punya MPR dalam arti sebagai majelis tertinggi yang bisa “menggantung” presiden buruk, dan tidak ada GBHN.

    SBY parah kalau dibandingkan Suharto. SBY mengatakan tidak hutang tapi tetap hutang. SBY pinjam dari ADB dan World Bank, tentu bukan dari IMF. Agar uangnya tetap bertambah, IMF sekarang menawarkan hutang baru dengan syarat longgar.

    SBY benar kalau dibilang lemot. Suharto memang pinjam ke IMF dan World Bank tetapi benar-benar untuk pembangunan masif dan tidak banyak bocor. Suharto punya pengawasan dobel tripel. Suharto tegas dan memecat siapa saja yang tidak beres. Dalam kabinet SBY, dana-dana menguap habis. Konon juga untuk mengongkosi kampanye 2009 antara lain dengan pelanjutan program BLT. Pemerintahnya konon juga terlibat skandal talangan tak perlu atas Bank Century, yang duitnya konon masuk ke putranya sendiri dan pembantu-pembantunya termasuk ke orang-orang KPU. Penuduh-penuduh bisa salah bisa benar. Mereka mengaitkan itu karena Budiono jadi wapres dan Mulyani kembali ditunjuk.

    SBY tidak mampu apalagi secepat dan setingkat Suharto. Suharto membangun mendirikan industri dan bisnis Batam, yang sayangnya sekarang sudah memudar. Suharto membangun jalan-jalan raya dan yang lain bukan sekadar sebelum kampanye, dalam merayu rakyat. SBY tidak mampu melanjutkan pembangunan proyek jalan layang dan tol signifikan yang terhenti setelah sekian lama sejak Suharto lengser.

    Di masa Suharto, semua jalan tol, layang dan jalan raya dibangun bagus dan awet karena dana tidak banyak bocor, bukti konkrit Suharto. Dia mengawasi dan memecat pejabat teras yang tidak beres. Suharto tidak kata berbunga tetapi tindakan.

    Tetapi SBY lebih suka kata-kata berbunga. Suharto bernasionalisme dengan bukti konkrit tersebut. Kalau saja dahulu Suharto tidak dilengserkan pasti Indonesia sekarang sudah sama dengan Malaysia atau sedikit dibawah Singapura. Betapa tidak berartinya SBY saat ini dan dia selalu menutupi malunya bukan dengan lengser, tetapi dengan membuat kata-kata berbunga dalam setiap kesempatan pidato, ini samasekali tak lucu. Lihat jalan layang Kalimalang itu yang sampai sekarang tetap tidak selesai dibangun, bahkan sekian lama setelah Suharto lengser dan sudah meninggal. SBY membuktikan tidak mampu meneruskan pembangunan manapun.

    Justru presiden boneka seperti SBY yang harus dilengserkan, bukan Suharto yang kita sadari ternyata lebih cinta dan perduli rakyat.

    Bangsa ini memang tidak mampu mengenali pemimpin dan negarawan sejati atau bohongan. Suharto cinta pembangunan, Sukarno cinta rakyat, dilengserkan. Sementara, SBY boneka imperialis dan pembohong, dibiarkan, tidak dilengserkan. Kita selalu dibodohi memaksa lengser presiden adalah makar dan melanggar Konstitusi UUD 1945 adalah kata-kata pertahanan penguasa. Justru menjatuhkan presiden macam SBY yang tidak perform dan tidak menjalankan amanat UUD 1945 adalah menegakkan UUD 1945. Lihat, tidak ada kebijakan SBY yang sejalan dengan UUD 1945.

    Suharto dalam beberapa tahun terakhir berkuasa berhasil membangun masif untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Tetapi SBY bahkan sampai 2014 sekalipun juga tidak akan mampu. SBY asyik dengan pidato kata-kata. SBY tidak diberi pelajaran oleh kita yang bersikeras menuntut dia lengser.

    Sebagai mahasiswa kita malu punya negara dengan presiden seperti ini yang tidak hanya boneka imperialis tapi juga miskin wawasan bernegara untuk kepentingan rakyat.

    Di facebook dan tv-tv, bahkan SBY dibilang, dan ini wajar saja, l-e-m-o-t. SBY sebenarnya pandai mengambil keuntungan pribadi dan dia telah menganggap dirinya pemilik Indonesia, sebuah sindrom yang lain. Beberapa kawan kita telah membuat analisa psikologis sifat dan watak SBY melalui pidato-pidato SBY.

    SBY menegakkan HAM hanya sebatas kebebasan berekspresi dan inipun sangat lemah karena membiarkan tim hakim di sebuah pengadilan negeri menggangsir kebebasan tersebut, renungakan kasus Prita. SBY tidak minta hakim ketua tersebut dipecat, hanya untuk menunjukkan dia tidak boleh campur tangan, kepura-puraan dan pembodohan. Padahal jaksa agung dan ketua MA sekalipun diangkat oleh Presiden. Presiden boleh memberhentikan mereka sekalipun. Ini pembodohan nyata pada rakyat. Hal separah ini tidak mungkin terjadi di masa Suharto.

    SBY bukan menegakkan HAM secara komprehensif dan substantif. Buktinya siapa pembunuh Munir tidak terungkap dan kasus ini lenyap di telan lupa. SBY tidak substantif, karena jutaan rakyat dibiarkan tidak berubah nadib mereka, inikah penegakan HAM? Ini justru pelanggaran HAM berat dan masif.

    SBY juga membiarkan merajalela korupsi berjamaah dengan memarkup dan menyunat dana-dana proyek pemerintahannya sendiri. Sedangkan ketidakadilan hukum dan ekonomi menjadi-jadi, karena SBY dilihat tidak tegas, dilecehkan. Banyak pejabat dan menteri menjalankan proyek dengan dalih memperbaiki taraf hidup masyarakat, namun yang ada di kepala mereka sesungguhnya hanya bagaimana caranya mendapat jalan sukses berkorupsi yang tidak kelihatan, dan SBY tahu ini, tahu sama tahu. SBY aman tidak dilengserkan. Indonesia dunia terbalik.

    Hasil pemilu 2009 sesungguhnya tidak sah karena hasilnya bukan mencerminkan kebenaran. Kemenangan itu sesungguhnya juga karena politik duit antara lain dengan gimik-gimik suap seperti BLT dan sebagainya. Inilah yang merusak sistem demokrasi. Demokrasi menjadi tidak disukai karena selalu diselewengkan SBY.

    Di Iran hari ini kita menyaksikan demo masif yang digerakkan pemimpin oposisi yang kalah pemilu saat melawan Ahamdinejad. Demo tersebut persis sama sebelum pelengseran Suharto. Gerakan di Iran kali ini didanai CIA dan bertujuan menjatuhkan Ahmadinejad, yang bersikeras memperkaya uranium ke kadar senjata nuklir dan tidak mau menghentikan program tersebut.

    Di Indonesia esok 9 Desember dan dalam waktu dekat ke depan gerakan mahasiswa mungkin tidak akan mampu melengserkan SBY, karena tidak ada negara dan lembaga kuat dari luar yang berkepentingan. Amerika belum diyakinkan oleh Tokoh-tokoh penting negeri tampaknya keok dan tidak mampu meyakinkan pemerintah Amerika bahwa Amerika akan lebih nyaman kalau bukan dengan SBY. Dengan SBY, Amerika tetap bisa mangangkuti berton-ton emas dari Papua dan migas dari daerah-daerah lain di Indonesia, membantu mengatasi ekonominya yang hancur lebur akibat krisis finansial. Harus ada yang meyakinkan tanpa SBY kepentingan Amerika lebih aman. Kita menunggu tokoh-tokoh seperti pak gus Dur dan pak Amien cs., mengapa SBY dibiarkan sampai 2014, apa dia tidak sudah lama melanggar UUD 1945?

    Menunggu Tuhan jangan. Yang pasti kalau seluruh umat beragama di Indonesia berjuang keras, bangun dan sadar, bahwa negerinya di bawah rezim boneka dan tidak becus, rakyatnya menjadi sengsara, walaupun Indonesia merdeka sejak tahun 1945.

    Dan yang pasti SBY bisa, bisa dilengserkan atas nama UUD 1945 dan cara lain apa saja kalau mantan jenderal-jenderal terbuang tidak takut. Seluruh rakyat menunggu. Kalau mereka mau bersama-sama jaringan mahasiswa dalam arti luas dan kalau mau juga mengajak seluruh tokoh masyarakat penting seperti pak Amien Rais dan pak Gus Dur serta tokoh-tokoh pendemo masa lalu, bersama-sama turun ke jalan, tetapi dengan poster-poster jelas, berbagai bahasa, komunikatif, dengan agenda pelengseran SBY.

    Pak gus Dur dan pak Amien punya basis massa masif dan signifikan. Bersama kita mahasiswa seluruh Indonesia dan kalau didukung perwira-perwira TNI dan polisi terbuang dan juga yang aktif, atas nama berbagai pelanggaran dan penyelewengan, kita bisa melengserkan SBY. Mereka juga harus meyakinkan CIA dan Amerika, bicara jelas jangan mendua, saat ditanya agen-agen CIA. Mereka juga harus rajin mengirim email ke lembaga-lembaga internasional. Mereka juga harus aktif berkomunikasi bisa lewat email ke CIA dan bertemu dengan agen-agen CIA di Bangkok dan Singapura bahwa SBY bukan harapan rakyat dan rakyat bisa marah masif dan kepentingan Amerika tidak dijamin aman. Amerika tidak mau kepentingan industri pertambangan masifnya di Indonesia terganggu akibat pemimpin yang membuat marah rakyat. Pak gus Dur dan pak Amien tidak boleh sekadar bicara tetapi buktikan turun ke jalan dan teriakkan lengserkan SBY. Jangan biarkan rakyat itu menderita terus-menerus. Ayooolah, maju terus, sampai SBY benar-benar mundur. Setuju yang mengatakan bahwa pangkal masalahnya adalah SBY. Ayoo kita lengserkan SBY. Lebih cepat lebih baik.

  23. A l a s a n p e r l u n y a SBY d i l e n g s e r k a n s e g e r a .
    SBY justru meningkatkan dan membiarkan korupsi menjadi-jadi tanpa kita sadari. Apa menggunakan duit negara dengan masif oleh seluruh kepolisian di seluruh Indonesia dengan alasan pengamanan demo anti korupsi hari ini 9 Desember itu tidak korupsi masif? Ini korupsi masif ! Belum lagi skandal bank century yang mana Idrus sudah diplot sebagai ketua komisi itu untuk menggembosi dan menggagalkan hasil positif dan kebenaran hak angket ini.
    Hal-hal ini hanya sebagian kecil contoh sebuah korupsi terselubung juga. SBY jelas dalam hal ini membiarkan dan meningkatkan korupsi seperti itu. Negeri ini juga tidak bakalan membaik kalau hanya dipimpin SBY, seorang presiden yang hanya bido omdo, bicara doang omong doang dan tidak berbuat, tidak bertindak, apalagi tegas dan konkrit.
    Bayangkan untuk memberantas korupsi misalnya, SBY hanya pidato bido omdo dan tidak bertindak. mau dibawa kemana bangsa dan negara ini? Akan berlangsung 10 tahun seperti ini? Inilah hal penting sebuah alasan perlunya SBY dilengserkan segera.
    Untuk itu dibutuhkan tekat dalam, komitmen besar dan upaya keras kita semua, terutama kawan-kawan sesama mahasiswa seluruh Indonesia. Bekas jenderal-jenderal dan tokoh-tokoh masyarakat di luar kekuasaan harus mendukung dalam arti luas dan juga harus punya tekat sama apakah mereka memang masih punya hati nurani melihat banyak rakyat sudah bunuh diri, anak-anak busung lapar dimana-mana, ketidakadilan menjadi-jadi, dan sebagainya, dan sebagainya sejak Indonesia di bawah SBY.
    Banyak koruptor dipenjarakan oleh SBY? Memang tapi hanya sekadar gimik dan untuk konsumsi media. Buktinya, justru Antasari pendekar anti korupsi dijebak dan dipenjarakan setelah besan SBY terjerat korupsi saat KPK dipimpin Antasari. Yang tersisa tinggal Bibit dan Chandra yang lemah tidak seperti Antasari. Memang Bibit Chandra dibebaskan tapi Antasari tetap dipenjarakan. Target SBY adalah memenjarakan Antasari bukan Bibit Chandra. Antasari dalam keadilan harusnya tidak bisa dipenjarakan sebab dia melakukan tindak pidana karena dijebak. Sekarang koruptor-koruptor kakap baik di birokrasi maupun di luar girang. SBY terbukti tebang pilih dan pidato memberantas korupsi dan lainnya hanya sekadar gimik dan untuk konsumsi pers. Tapi mengapa presiden yang dipilih dengan politik uang yang canggih melalui KPU, LSI dan sebagainya itu etap dibiarkan melenggang sampai 2014? Sudah bodohkan semua manusia bangsa kita ini? Semua luput dari logika, mata dan hati kita semua.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s