Sutan Syahrir

Sketsa pahlawan untuk memperingati hari pahlawan tanggal 10 november.
Sutan Syahrir

Pada suatu masa, tersebutlah Gusti raden Ayu Siti Nurul Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, putri Keraton Mangkunegaran, Solo. Kecantikannya termasyhur kemana-mana, begitu pula kepandaiannya menunggang kuda.

Sutan Sjahrir, pemuja wanita itu, tak urung menaruh hati pada sang putri. Setiap kali rapat kabinet digelar di Yogyakarta, sang perdana menteri mengutus sekretarisnya khusus untuk mengantar kado. Tentu terlampir sepucuk surat tulisan tangan Sjahrir. Nurul ketika itu memang ditaksir pembesar dan raja. Mulai dari Bung Karno sampai Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

(Disalin dari majalah Tempo Edisi Khusus 100 tahun Sjahrir, 15 Maret 2009)

WS Rendra berpulang

Kesadaran adalah matahari

Kesabaran adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

(Rendra, Depok 22 April 1984)
WS Rendra si burung merak

WS Rendra 7 November 1935 – 6 Agustus 2009

Selamat jalan WS Rendra…

I love you full…

Mbah Surip menggendong gitar kemana-mana

Selamat jalan Mbah…. We love you full….

Pahlawan

Bulan November memang identik dengan peringatan hari pahlawan. Di bawah ini saya posting coretan Mohammad Natsir yang gambar aslinya diambil dari majalah Tempo edisi 14-20 Juli 2008. Saat itu Tempo menerbitkan edisi khusus dalam rangka memperingati 100 tahun Natsir. Banyak hal baru yang saya ketahui tentang perjalanan hidup Natsir, sebelumnya saya lebih banyak mengenal dia sebagai salah satu tokoh petisi 50.  Natsir seorang tokoh yang sangat sederhana, santun dalam berpolitik dan hidupnya penuh pengabdian untuk bangsa ini. Gelar pahlawan nasional yang baru-baru ini diberikan kepada beliau sungguh tepat walau sangat terlambat.

Baca lebih lanjut

Sophan Sophian mendahului kita

Baca lebih lanjut