Api dulu dan api sekarang

Dulu, tidak terlalu dulu, mereka cuma sekedar mengelilingi api unggun di bawah bulan, di kaki gunung, di udara yang dingin sambil bersuka ria, menyanyi-nyanyi riang, bercengkrama tanpa beban. Kini mereka mengelilingi api yang sama, tapi dengan bahan bakar yang berbeda, sangat berbeda, dengan nyayian kencang menggema. Memekakkan telinga. Untuk siapa mereka menyanyi? Untuk kita? Entahlah, yang pasti panasnya api unggun mereka merubah suara wakil-wakil kita di Senayan. “Anget-anget” eh “angket-angket” kata mereka, dan palupun diketuk.

Baca lebih lanjut

Sudah gak laku Mas….

He…he…he… begitu mudah isu yang satu loncat /beralih (dialihkan?)  ke isu yang lainnya. Energi kita sudah terlalu banyak tersedot untuk membaca, mengamati, berkomentar dan ikut-ikutan berdebat untuk semua itu. Ah, sudahlah sebenatr lagi ada EURO 2008 🙂 ini mah isu lain lagi, tapi yang penting EURO tetap lebih seru dari isu-isu lokal.

Pemerintah mungkin harus bersyukur dengan adanya EURO 2008 yang bertepatan dengan maraknya demo soal kenaikan BBM, “mending nonton bola dari pada demo” mungkin begitu kira-kira kata para demonstran. dan isu pun beralih ke EURO 2008, sejenak melupakan himpitan hidup. Isu olah raga bisa menghilangkan stres juga kali ya? Apalagi kalau aktif berolah raga. 🙂  Asal olah raganya jangan seperti yang di Monas hari Minggu lalu 🙂 (seperti coretan di atas).

Salam dari pingggiran